Parabolic SAR memberikan indikasi kapan suatu trend dimulai dan kapan trend berakhir. Sehingga dapat digunakan untuk menentukan dalam mengambil posisi maupun keluar posisi.
Kelemahan Parabolic SAR adalah jika pergerakan harga mendatar dan sering memberikan false signal.
Sebaiknya digunakan untuk pasar yang memiliki karakteristik perubahan harga dalam periode yang agak panjang.
MACD
MACD singkatan dari Moving Averages Convergence Divergence. Digunakan untuk mengidentifikasikan Moving Averages yang berindikasi dimulainya trend baru.
Dengan MACD kita dapat melihat 3 buah indikator. Pertama adalah garis MA periode pendek (fast), kedua adalah garis MA periode panjang (slow) dan ketiga adalah susunan histogram atau garis yang menggambarkan ukuran jarak antara kedua MA tersebut.
Karena kedua Moving Average (MA) memiliki kecepatan yang berbeda, MA fast akan lebih cepat bereaksi mengikuti perubahan harga dibandingkan MA slow. Ketika trend baru terbentuk MA fast akan menyilang (cross) MA slow. Saat terjadi crossover tersebut menandakan bahwa trend baru mulai terjadi.
Signal kedua yaitu apabila MA pada MACD telah menembus garis centerline MACD.
Kelemahan dari MACD adalah lambat dalam memberikan signal. Karena bagaimanapun MACD terbentuk dari rata-rata harga yang terjadi sebelumnya.
Kelebihannya yaitu MACD jarang memberikan false signal karena lebih halus geraknya. MACD tidak menunjukan signal kondisi oversold atau overbought.
Prinsip dasar MACD yang harus diperhatikan adalah :
1. MACD akan bergerak membentuk puncak tertinggi hingga mencapai lembah terendah. Begitu pula sebaliknya.
- Harga akan bergerak sesuai MACD
- Harga bergerak berlawanan MACD tetapi kemudian akan mengikuti sesuai MACD disebut Divergent Covergent
- Harga akan bergerak sideway hingga akhir trend MACD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar